وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut:64)

Wednesday, 1 April 2015

Dasar Logika Pemrograman Terstruktur

Bagian I : Dasar Logika Pekerjaan

Membuat suatu program terstruktur sama halnya dengan mengerjakan pekerjaan manusia sehari-hari. Artikel ini akan membahas secara singkat dasar logika pekerjaan manusia yang berhubungan dengan dasar logika pemrograman terstruktur. Artikel ini merupakan artikel pertama yang akan mengulas teori tentang “Software Design”.

Seorang manusia baik dia seorang pengangguran maupun seorang super-sibuk, dalam kehidupannya tidak selalu sama, bergantung pada orangnya. Seorang pengangguran, tentunya tidak mempunyai banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi dengan menganggur sebenarnya dia juga melakukan kegiatan. Kegiatan tersebut banyak macamnya, entah tidur, merokok, makan, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk seorang yang super-sibuk, tentunya mempunyai lebih banyak kegiatan yang harus dilakukannya setiap hari.

Untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam kehidupan ini (makan, tidur, bernapas, jalan, dan lain sebagainya) maupun pekerjaan sehari-hari (bekerja, belanja, dan lain sebagainya) tanpa kita sadari mempunyai aturan dan urutan yang harus diikuti.

Memang tidak bayak orang yang menyadari hal ini, tetapi juga tidak dapat kita pungkiri bahwa aturan dan urutan kegiatan tersebut memang ada. Sebagai contoh, seorang pengangguran, setiap harinya tidak melakukan pekerjaan apapun, hanya tidur-tiduran, duduk-duduk, jalan-jalan, dan lain sebagainya. Pekerjaan yang ia lakukan tersebut juga mempunyai aturan dan urutan yang tidak ia sadari. Tentu tidak akan melakukan kegiatan seperti contoh berikut ini:
  • Selagi lari, dia makan;
  • Selagi mandi, dia mandi;
  • Selagi minum, dia bermimpi;
  • Dan lain sebagainya.
Kecuali dia dalam keadaann tidak normal.

Dasar Logika Pekerjaan atau Kegiatan
Telah disinggung di atas bahwa semua pekerjaan/ kegiatan mempunyai aturan dan urutan. Kalau kita perhatikan sengan seksama, sebenarnya pekerjaan/ kegiatan yang dikerjakan oleh manusia terdiri dari:

1.Urut
Bagaimanapun semua pejerjaan/ kegiatan harus kita kerjakan secara berurutan. Setelah kita telah selesai mengerjakan satu pekerjaaan baru kita mengerjakan pekerjaan berikutnya. Semua pekerjaan tidak dilakukan dengan acak-acakan atau semrawut, akibatnya mungkin kita tidak memperoleh hasil yang diinginkan.

Di samping urutan yang diutamakan, juga kita tidak boleh mengerjakan suatu pekerjaan/ kegiatan dengan loncat-loncat (meninggalkan pekerjaan untuk mengerjakan pekerjaan lain). Sebagai contoh:

Untuk memasak nasi,  tentu kita tidak melakukan:
  • setelah nasinya masak
  • baru nasinya dicuci
Tetapi
  • berasnya dicuci terlebih dahulu
  • baru dimasak
bila hendak mandi, tentu kita melakukan:
  • membuka baju terlebih dahulu
  • baru mandi
Bukan melakukan:
  • mandi dahulu
  • baru membuka baju
Sehingga proses berurutan adalah salah satu prinsip pekerjaan/ kegiatan manusia.

2.Ulang
Tidak hanya pekerjaan manusia, planet bumi kita ini juga melakukan pekerjaan berulang. Setiap hari kita melihat ke ufuk timur melihat matahari terbit, secara perlahan tapi pasti akan bergeser dan terbenam di ufuk barat. Kejadian ini terus berlangsung dari dulu hingga waktu yang akan datang. Rotasi bumi terhadap matahari akan berlangsung terus sampai dunia kiamat.

Di samping itu dalam pekerjaan manusia setiap harinya, mulai dari bangun pagi sampai pergi tidur, semuanya mengalami proses pengulangan. Begitu juga dengan pekerjaan-pekerjaan manusia lainnya. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa proses pengulangan selalu terjadi dalam kehidupan manusia, atau proses pengulangan adalah salah satu prinsip dari logika pekerjaan/ kegiatan manusia.

3.Cabang
Setiap hari manusia berhadapan dengan berbagai masalah yang harus dipecahkan, yang tentunya mempunyai dampak dan hambatan yang juga berbeda-beda. Untuk menyelesaikan masakah-masalah yang dihadapi, manusia mempunya pilihan, masalah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan mana yang kemudian, hal ini didasari oleh pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Hal ini selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Ya dan tidak, akan selalu terjadi yang diikuti dengan konsekuensi tindak lanjutnya.

Contoh yang paling sederhana adalah sebagai berikut: bila kita hendak masuk ke dalam rumah melalui pintu, semuanya dilakukan dengan spontanitas dan reflek yang tinggi, sehingga berjalan dengan cepat. Bila pintunya tertutup maka secara otomatis tangan kita digerakkan untuk membuka dan bila pintunya telah terbuka terlebih dahulu tentu kita tidak perlu membuka pintu terlebih dahulu, tetapi langsung masuk saja.

Masalah ini kalau diamati, kita mempunyai pintu tertutup atau terbuka. Kalau tertutup tindak lanjutnya tentu berbeda dengan pintu yang terbuka. Dengan demikian kita menemui alternative untuk menentukan pilihan. Konsekwensi kondisinya akan “Ya” atau “Tidak”. Uraian-uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa dasar logika pekerjaan/ kegiatan manusia terdiri dari:
1.Urut;
2.Ulang; dan
3.Cabang.

Logika-logika tersebut sangat erat hubungannya dengan dasar-dasar logika pemrograman terstruktur yang akan di bahas pada artikel edisi mendatang.

Sekian dulu pembahasan pertama dari saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda sekalian. Bila ada kekurangan maupun kesalahan pada artikel ini, mohon kiranya dikoreksi dan dimaafkan. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Daftar Pustaka
1.David Budgen, Software Design, Addison-Wesley, 1993
2.La Budde K, Structured Programming Consepts, McGraw-Hill, 1997
3.Niklaus Wirth, Algorithms and Data Structures, Prentice-Hall, 1986.

0 komentar :

Post a comment