وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut:64)

Thursday, 25 June 2020

Arsitektur Enterprise:Pertemuan 13-Pengembangan Permodelan Arsitektur Teknologi Menggunakan Framework TOGAF

Studi kasus Pengembangan Permodelan Arsitektur Teknologi Menggunakan Framework TOGAF yang dibahas berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yunis dkk pada Tahun 2016.
Tahapan TOGAF ADM terdiri dari (Yunis dkk, 2016):
  1. Architecture vision,
  2. Business architecture,
  3. Information system architecture,
  4. Technology architecture,
  5. Opportunities and solution,
  6. Migration planning,
  7. Implementation governance, dan
  8. Architecture change management.
Model Arsitektur Bisnis
  • Sebelum memulai pemodelan bisnis ini, maka hal yang harus dilakukan pertama kali adalah mendefinisikan suatu pertanyaan, yang berhubungan dengan pedoman yang digunakan perguruan tinggi dalam menjalankan bisnisnya.
  • Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi merupakan aktivitas inti dalam sebuah perguruan tinggi. Aktivitas inti ini tidak akan bisa dijalankan dengan baik, apabila tidak ada dukungan dari aktivitas lainnya, seperti: manajemen keuangan, manajemen sarana dan prasarana serta manajemen sumber daya manusia dan lainnya.
  • Untuk mengidentifikasi area fungsional utama dan pendukung dari perguruan tinggi digambarkan dalam bentuk rantai nilai seperti diilustrasikan pada Gambar 1.
  • Masing masing kegiatan utama dan pendukung dapat diuraikan sebagai berikut: Fungsi Bisnis Utama terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Penerimaan Mahasiswa, Operasional Akademik, dan Penglepasan Akademik. Fungsi Bisnis Pendukung terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Manajemen Aset dan Prasarana, Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Keuangan
Gambar 1. Rantai Nilai Perguruan Tinggi


  • Untuk memodelkan arsitektur bisnis, terdapat berbagai teknik yang bisa digunakan, seperti Business Process Modeling Notation (BPMN), Functional Decomposition Diagram (FDD), diagram Unified Modeling Language (UML), dan Integration Definition for Function Modeling (IDEF0). Pada tahapan kedua dari TOGAF ADM yaitu Arsitektur Bisnis (Business Architecture) juga menyediakan teknik yang bisa digunakan untuk memodelkan arsitektur bisnis tersebut, antara lain BPMN.
  • Sebelum memodelkan arsitektur bisnis yang ada di perguruan tinggi, berikut akan dilakukan terlebih dahulu perumusan turunan fungsi bisnis dan fungsi pendukung berdasarkan rantai nilai dari Gambar 1 yang sudah dijelaskan sebelumnya. Adapun bentuk turunan dari fungsi bisnis utama dan pendukung akan digambarkan dengan Functional Decomposition Diagram (FDD). Salah satu contoh FDD bisa dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. FDD Manjemen Aset Sarana dan Prasarana
  • Agar model arsitektur bisnis dapat dipahami dengan baik maka fungsifungsi bisnis yang telah didefinisikan dapat digambarkan dengan BPMN. Model proses BPMN merupakan representasi grafis mengenai satu atau beberapa aspek sistem manajemen dari suatu organisasi, karena secara langsung juga memberikan gambaran yang jelas tentang siapa pembuat keputusan untuk setiap proses. Salah satu contoh BPMN untuk fungsi penetapan kalender akademik perguruan tinggi ditunjukkan pada Gambar 3. Disamping hasil analisis dan dokumentasi proses bisnis yang sudah dibuat, sebaiknya juga diperlukan evaluasi terhadap proses bisnis sehingga menghasilkan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.
Gambar 3. BPMN Penetapan Kalender Akademik

Model Arsitektur Data
  • Arsitektur data haruslah dapat mengidentifikasikan data yang mendukung fungsi-fungsi bisnis seperti yang terdefinisi dalam model bisnis. Untuk mendefinisikan arsitektur data, pertama sekali didaftarkan kandidat entitas data dengan melakukan brainstorming terhadap orang, tempat, dan kejadian yang memiliki makna (informasi) sehubungan dengan model bisnis perguruan tinggi.
  • Untuk mendefinisikan arsitektur data, TOGAF ADM merekomendasikan sebuah katalog (Data Component Catalog) yang berisikan kumpulan data yang ada dalam organisasi. Rekomendasi lainnya adalah Business Function Matrix yang menggambarkan hubungan relasi fungsi bisnis dengan entitas data yang ada dalam perguruan tinggi. Berikut akan dijelaskan tentang sebagian Data Component Catalog dalam sebuah perguruan tinggi
Gambar 4. Diargam ER Operasional Akademik

Entitas-entitas Operasional Akademik termasuk diantaranya adalah :
  1. Entitas Program Studi
  2. Entitas Jurusan
  3. Entitas Sarana Prasarana (Ruang Kuliah)
  4. Entitas Semester
  5. Entitas Kurikulum
  6. Entitas Kalender Akademik
  7. Entitas Herregistrasi (Registrasi Kuliah)
  8. Entitas Dosen
  9. Entitas Mahasiswa
  10. Entitas Matakuliah
  11. Entitas Jadwal Kuliah
  12. Entitas Berita Acara Kuliah
  13. Entitas Absensi Kuliah
  14. Entitas Jadwal Ujian
  15. Entitas Beritas Acara Ujian (UTS & UAS)
  16. Entitas Nilai (KHS, Transkrip)
  17. Entitas KRS
  18. Entitas Cuti Akademik
  19. Entitas Registrasi Sidang Akademik
  20. Entitas Registrasi Judul PI
  21. Entitas Registrasi Judul TA
  22. Entitas Evaluasi
Berdasarkan kandidat entitas data yang sudah didefinisikan tersebut langkah selanjutnya adalah menggambarkan arsitektur data yang dibutuhkan dalam fungsi dan model bisnis yang sebelumnya sudah dijelaskan. Arsitektur data akan disajikan dalam bentuk diagram E-R, diagram E-R dipilih mengingat arsitektur data hanyalah mengidentifikasi dan mendefinisikan entitas data.

Untuk keperluan memvisualkan entitas-entitas data tersebut beserta makna konseptualnya, diagram E-R sudah cukup baik dan memadai. Pada Gambar 4 merupakan salah satu contoh dari Diagram ER untuk Fungsi Operasional Akademik.

Model Arsitektur Aplikasi
Arsitektur Aplikasi mempunyai tujuan untuk mendefinisikan aplikasiaplikasi yang diperlukan untuk mengelola data dan mendukung fungsi-fungsi bisnis yang ada dalam perguruan tinggi. Model arsitektur
aplikasi merupakan definisi tentang hal yang dilakukan aplikasi untuk mengelola data dan menyediakan informasi bagi pelaksana fungsifungsi bisnis. Arsitektur aplikasi dapat didefinisikan dengan teknik-teknik Application Portfolio Catalog, System -/Function Matrix dan Application Communication Catalog.

Tahapan Application Portfolio Catalog bertujuan untuk mendefinisikan semua daftar aplikasi yang digunakan oleh perguruan tinggi, arsitektur aplikasi mempunyai tujuan untuk mengelola data-data dan fungsi bisnis yang ada dalam perguruan tinggi. Contoh dari Application Portfolio Catalog aplikasi dalam perguruan tinggi dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 5: Application
Portfolio Catalog
Kemudian tahap System/Function Matrix bertujuan untuk mengidentifikasikan fungsi-fungsi bisnis yang secara langsung didukung atau dilakukan oleh aplikasi. Secara umum langkah pemetaan hubungan aplikasi dengan fungsi bisnis adalah dengan cara: 1) menetapkan penggunaan aplikasi yang digunakan fungsi bisnis organisasi berdasarkan kebutuhan dari fungsi bisnis dengan meninjau proses bisnis dan data yang digunakan, 2) menentukan kebijakan penggunaan dan bagaimana layanan yang ada dalam aplikasi yang mendukung fungsi bisnis, 3) mendukung analisis kesenjangan antara peranan aplikasi dalam mendukung proses bisnis organisasi, 4) menentukan peranan aplikasi dalam mendukung fungsi bisnis dan mengindentifikasi kebutuhan untuk perubahan aplikasi kedepannya. Contoh dari matriks relasi aplikasi dengan fungsi bisnis dapat dilihat pada Gambar 6.

Tahap terakhir dalam model arsitektur aplikasi adalah Application Communication Catalog yang bertujuan untuk menggambarkan semua model dan pemetaan yang berhubungan dengan bentuk komunikasi antara aplikasi yang digunakan oleh Perguruan Tinggi. Diagram ini juga akan menunjukkan aplikasi dan interface antara komponen aplikasi yang akan digunakan. Gambaran komunikasi aplikasi ini digambarkan secara logis dengan harapan dapat menunjukkan arsitektur aplikasi yang relevan untuk dirancang dan dikembangkan. Contoh dari diagram ini, bisa dilihat pada Gambar 7.

Gambar 6: Matrik Relasi Aplikasi dengan Fungsi Bisnis

Gambar 7: Diagram Komunikasi Aplikasi Penerimaan Mahasiswa

Model Arsitektur Teknologi
Tujuan dari tahapan ini adalah untuk membangun arsitektur teknologi yang diinginkan, dimulai dari penentuan konsep dasar teknologi sampai alternatif teknologi yang diperlukan. Arsitektur teknologi dipandang sebagai pendefinisian platform teknologi yang akan digunakan untuk penyediaan lingkungan aplikasi dalam mengelola data dan sebagai alat dalam mendukung fungsi bisnis yang ada dalam perguruan tinggi. Langkah pertama yang dilakukan adalah penentuan prinsip platform teknologi
untuk mendefinisikan prinsip-prinsip teknologi yang akan digunakan. Tujuannya agar pendefinisian teknologi lebih jelas dan terukur maka perlu didefinisikan prinsip platform teknologi yang meliputi perangkat keras, perangkat lunak, dan komunikasi.

Arsitektur teknologi yang dihasilkan bersifat konseptual sehingga bukan merupakan analisis kebutuhan secara detail melainkan hanya memberikan gambaran umum dan perlu ditinjau ulang saat melakukan implementasi. Arsitektur didefinisikan untuk memastikan bahwa teknologi tersebut reasonable, feasible, dan consistent dengan arsitektur bisnis, data dan aplikasi. Secara umum konfigurasi konseptual teknologi tersebut dapat dibagi atas 2 bagian, yaitu: (1) Jaringan Perguruan Tinggi Konseptual, dan (2) Arsitektur Sistem Bisnis. Masing-masing dari konfigurasi dari konseptual teknologi ini bisa dilihat pada Gambar 8 dan Gambar 9.

Pada prinsip-prinsip teknologi teridentifikasi bahwa teknologi yang diperlukan adalah teknologi jaringan yang menghubungkan suatu bagian dengan bagian lain. Oleh karena itu dalam menentukan platform teknologi, hal yang perlu diperhati-kan adalah lokasi bisnis yang akan menjadi area penempatan infrastruktur teknologi
Gambar 8: Jaringan Perguruan Tinggi

Gambar 9: Arsitektur Sistem Bisnis

Model arsitektur enterprise yang dikemukakan dalam pertemuan ini adalah model dasar bagi institusi perguruan tinggi didalam pengembangan arsitektur enterprise. TOGAF ADM merupakan metoda pengembangan arsitektur enterprise yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, dengan syarat bahwa institusi mempunyai aturan dan prosedur yang jelas tentang proses bisnis untuk mendukung proses pengembangan sistem informasi terintegrasi.

0 komentar :

Post a comment